Memory adalah “suatu kenangan”….
Setelah minggu kemaren ga masuk kuliah gara2 lupa jadwal, minggu ke-2 ada peningkatan…masuk kuliah walopun telat 1 menit 56 detik (halah…berlebihan). Kuliah SiSop minggu ke-2 sangat menarik, pokok bahasannya adalah mengenai ‘memory’. Realita yang sangat unik terungkap ketika seluruh Mahasiswa diminta untuk mendefinisikan apa itu memory, banyak ‘versi’ definisi terpaparkan. Maklum…beda Dosen, beda penjelasan sih… Tapi yang paling menarik adalah definisi memory dari Sang Dosen pengampu mata kuliah Sistem Operasi ini, yaitu Pak Prastowo. Menurut Pak Prastowo, memory adalah “suatu kenangan”…. (di mana sisi Elins nya ya Pak…?! hehe…)
hmm…Memory ya…
Memory tu mungkin device yang dah kita kenal banget dalam kehidupan sehari-hari, seakan-akan kita hidup di dunia digital. Perangkat digital apa sih yg ga pake memory? Di komputer ada register, cache, RAM, Harddisk yg semuanya adalah memory. Di kamera ada MMC, SD Card, Memory stick pro, CF yg semuanya juga tipe-tipe media penyimpanan. Di handphone ada Micro SD atau malah M2 yang kecil banget, tapi kemampuan nyimpen datanya tetep OK.
Berhubung Saya suka photography, mari Kita bahas penggunaan memory dalam kamera… Ni tadi salah satu contoh fungsi kamera oleh Pak Prastowo (Dosen SiSop) yaitu buat ngabsen Mahasiswanya, kreatip Pak…
the use of memory on digital camera
Sejak kamera mulai beralih dari analog ke digital, penggunaan memory sebagai media penyimpanan mutlak dibutuhkan. Mungkin bagi orang awam, mereka tidak akan ambil pusing mengenai memory di kamera mereka. Kebanyakan orang hanya mempertimbangkan aspek megapixel dan zoom ketika akan membeli atau menggunakan kamera. Padahal megapixel hanya menentukan resolusi gambar yang dihasilkan. Sering orang membeli kamera pocket dengan ukuran megapixel hingga 8MP atau malah 10MP, padahal fotonya hanya disimpan di komputer atau kalaupun dicetak hanya ukuran 3R…sia-sia banget.
